Mesopotamia (Irak modern):
* Awal awal (milenium ke -3 SM): Pengamatan dan interpretasi astrologi yang paling awal direkam berasal dari Mesopotamia. Mereka mengembangkan pengetahuan astronomi yang canggih dan menghubungkan peristiwa surgawi dengan urusan duniawi.
* zodiak: Zodiak, sebuah pembagian bola surgawi menjadi 12 rasi bintang, dianggap berasal dari Mesopotamia.
* "Enuma anu Enlil": Koleksi tablet kuncup ini mengandung sejumlah besar informasi astronomi dan astrologi, memprediksi segala sesuatu mulai dari cuaca hingga peristiwa politik.
Mesir kuno:
* Kalender &Astronomi: Orang -orang Mesir mengembangkan kalender canggih berdasarkan pergerakan matahari dan bintang -bintang.
* decans: Mereka membagi langit malam menjadi 36 "decans," masing -masing terkait dengan dewa tertentu dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.
* lukisan makam: Citra dan keyakinan astrologi sering digambarkan di makam Mesir, mencerminkan pentingnya mereka di akhirat.
Yunani Kuno:
* Pengaruh Filsafat: Para filsuf Yunani seperti Plato dan Aristoteles berkontribusi pada pengembangan teori astrologi dan mengintegrasikannya dengan ide -ide filosofis.
* Astrologi Horoskopik: Orang -orang Yunani, dipengaruhi oleh praktik -praktik Babel dan Mesir, dikreditkan dengan mengembangkan astrologi horoskopik, di mana bagan kelahiran seseorang digunakan untuk memprediksi nasib mereka.
India:
* astrologi veda (jyotish): Sistem astrologi yang berbeda dan kompleks dikembangkan di India, dengan simbolisme dan interpretasinya yang unik.
* Karma &Reinkarnasi: Jyotish menekankan hubungan antara astrologi dan karma, percaya bahwa tindakan masa lalu memengaruhi kehidupan saat ini dan masa depan.
Peradaban lain:
* China: Astrologi Tiongkok memiliki sejarah panjang, dengan fokus pada pengaruh benda -benda selestial pada urusan manusia.
* Peradaban Maya: Orang Maya mengembangkan pengetahuan astronomi yang canggih dan menggunakannya untuk tujuan agama dan sosial.
menyebar dan evolusi:
Astrologi menyebar ke seluruh dunia melalui perdagangan, penaklukan, dan pertukaran budaya. Selama berabad -abad, ia terus berevolusi dan beradaptasi dengan konteks budaya yang berbeda.
Poin -Poin Kunci:
* Asal -usul astrologi kuno dan berakar dalam dalam keinginan untuk memahami alam semesta dan tempat kita di dalamnya.
* Budaya yang berbeda berkontribusi pada pengembangan sistem astrologi, masing -masing dengan tradisi dan keyakinannya yang unik.
* Astrologi terus dipraktikkan dan ditafsirkan dengan cara yang beragam, mencerminkan daya tarik dan pengaruhnya yang abadi.